Dobrak.id – MUAROJAMBI, Enam hari banjir di Desa Nyogan, tak ada tenda pengungsian dari pemerintah. Sikap pemerintah kabupaten Muaro Jambi benar-benar membuat masyarakat kecewa. Pasalnya, banjir yang merendam hingga 151 rumah di Desa Nyogan Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi, pada Kamis 10 November 2022 telah memasuki hari ketujuh. Namun, tidak ada satupun tenda pengungsian yang didirikan pemerintah.
Warga terpaksa mengungsi di tenda darurat seadanya, yang berdiri di bahu jalan raya. Hanya tampak sejumlah polisi yang rutin melakukan patroli ke lokasi banjir dan memantau rumah warga yang ditinggal mengungsi.
“Kita masih bertahan di tenda darurat, karena sampai saat ini belum ada pemerintah menyediakan tenda untuk kami mengungsi. Kami ini tidak bisa mengungsi jauh dari rumah, takut kehilangan barang yang ditinggalkan. Jadi kami terpaksa bertahan di bahu-bahu jalan yang sudah timbul (tidak tergenang),” Ungkap Aswan warga Desa Nyogan yang menjadi korban banjir (9/11).
Polisi Patroli Rutin Antisipasi Pencurian Rumah Korban Banjir

Sementara itu Kapolsek Mestong AKP. Taroni Zebua mengatakan, pihaknya saat ini rutin melakukan patroli dan pemantauan di lokasi banjir dan rumah warga yang kosong karena pemilikinya mengungsi. Hal ini sebagai langkah antisipasi agar terhindar dari aksi pencurian barang-barang milik korban banjir.
“Saya melaksanakan patroli kamtibmas keamanan ketertiban sesuai dengan tugas pokok fungsi kepolisian. Untuk memantau memastikan bahwa warga kita yang terdampak banjir mereka bisa beraktivitas normal, sekalipun di tengah-tengah banjir yang sedang dan masih berlangsung. Kita memastikan bahwa sepeninggal mereka dari rumah tidak ada kemungkinan pelaku kriminal mau coba memanfaatkan situasi ini. Jadi kami melaksanakan patroli rutin untuk memastikan bahwa rumah yang mereka tinggal tetap dalam keadaan baik-baik saja hingga nanti kembali ke rumahnya lagi saat banjir sudah surut,” terang AKP. Taroni Zebua Kapolsek Mestong.
Banjir di Desa Nyogan kini sudah meluas sampai Tiga Dusun. Seperti Dusun Nebang Para, Dusun Nyogan dan Dusun Selapik. Sampai saat ini ratusan warga masih mengungsi dan terus menunggu bantuan dari pemerintah. Masyarakat sangat membutuhkan bantuan bahan makanan, air bersih dan obat – obatan.
(Yasri/Dobrak.id)




