Video  

AL HARIS KAWAL PROYEK TOL JAMBI–RENGAT, PENDANAAN DUA BANK INTERNASIONAL SUDAH SIAP

Dobrak.id – Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi mempercepat penyempurnaan data penerima ganti rugi, dan pengadaan lahan Tol Jambi–Rengat Fase I Simpang Ness–Merlung. Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, proyek ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank, dan Islamic Development Bank, guna mempercepat realisasi pembangunan.

Gubernur Al Haris menegaskan, percepatan penyelesaian pengadaan lahan menjadi langkah penting, untuk mendukung pembangunan Jalan Tol Jambi Rengat Fase I, ruas Simpang Ness sampai Merlung. Pemerintah Provinsi Jambi juga tengah memfokuskan penyempurnaan data penerima ganti rugi, serta revisi penetapan lokasi agar tidak ada masyarakat yang dirugikan. Penegasan tersebut disampaikan Al Haris, saat memimpin rapat konsultasi publik bersama pemerintah kabupaten dan masyarakat terdampak, pembangunan jalan tol di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat 24 Juli 2026. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten yang wilayahnya dilintasi jalan tol, mempercepat proses pendataan pengadaan lahan secara cermat. Menurut Al Haris, percepatan tahapan administrasi menjadi kunci, agar pembangunan Tol Jambi Rengat segera memasuki tahap konstruksi sesuai target.

Selain memastikan kesiapan administrasi, Al Haris mengungkapkan dua lembaga keuangan internasional, telah menyatakan kesiapan mendukung pendanaan persiapan pembangunan ruas Tol Jambi–Rengat. Asian Infrastructure Investment Bank dan Islamic Development Bank. Dua bank ini sudah siap membantu pendanaan persiapan Tol Jambi–Rengat. Ruas Tol Jambi–Rengat Fase I Simpang Ness–Merlung memiliki panjang sekitar 67,45 kilometer, dan akan dilengkapi lima jembatan besar, yakni Jembatan Sungai Pijoan, Jembatan Anak Sungai Pijoan 1, Jembatan Anak Sungai Pijoan 2, Jembatan Anak Sungai Pijoan 3, serta Jembatan Sungai Batanghari. Kehadiran ruas tersebut diharapkan memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Jambi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *