Dobrak.id – JAMBI, Polisi menetapkan 5 Tersangka pelaku kerusuhan suporter bola di desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo ilir, Kabupaten Tebo (27/8). Lima tersangka tersebut yakni pria berinisial BS (45) dan MY (38), pelaku pemukulan salah satu suporter hingga akhirnya meninggal dunia. Kemudian tiga tersangka lain, FD (30), YA (26) dan IM (31) pelaku pengeroyokan suporter hingga korban luka-luka. Polisi langsugn melakukan penahanan terhadap kelima tersangka.
“Setelah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, ada 5 orang yang telah kita tetapkan sebagai tersangka bersama barang bukti pendukung,” kata Kapolres Tebo, AKBP Fitria Mega dalam konferensi pers.
Selain menangkap tersangka, kepolisian juga telah mengamankan barang bukti untuk menganiaya korban. Berupa mpat potong kayu dengan ukuran yang bervariasi, celana milik korban, baju kaos dan sendal korban serta baju milik panitia turnamen.
“Tidak menutup kemungkinan akan bertambah tersangka baru, karena penyidik masih melakukan pengembangan. Sementara untuk penerapan pasal kepada kelima tersangka, yakni pasal 170 KUH Pidana Subsider pasal 351 KUH Pidana dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun penjara,” pungkas Kapolres.
Terkait kronologis kejadian, pada Kamis 25 Agustus 2022 sekitar pukul 16.00 WIB, Usai Babak pertama pertandingan yang mempertemukan tim Bulu Kasab Kecamatan Maro Sebo Ulu Batanghari berhadapan dengan tim Desa Tuo Ilir Kecamtan Tebo Ilir. Terjadi bentrok antara suporter di Desa Teluk Rendah Pasar, yang berawal dari aksi saling ejek. Ketika bentrok, panitia mengamankan salah satu suporter Desa Tuo Ilir. Melihat Panitia menahan rekannya, suporter lainya asal Desa Tuo Ilir tidak terima, hingga terjadilah saling lempar batu.
Saat itu, anak dari Yamanto, Rihul Miski mengajak ibunya pulang ke rumah. Di perjalanan pulang, dia mendapat laporan bahwa ayahnya sudah terkapar dan berlumuran darah. Kemudian dia, ibunya dan dan temannya membawa Yamanto ke rumah bidan untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya ke RSUD Kabupaten Tebo. Namun sayang, akibat luka parah nyawa Yamanto tidak dapat terselamatkan.
Korban berikutnya adalah Ilhamudin, yang juga berada di tempat yang sama. Dia bersama istri serta anaknya sedang menonton turnamen sepak bola tersebut. Ilhamudin juga sempat meredam dan minta tolong kepada panitia, karena melihat Yamanto telah tergeletak.
Istri Ilhamudin sempat mengajak pulang, tetapi merasa tidak terima melihat kondisi Yamanto, dia langsung masuk ke lapangan dan menanyakan siapa yang memukul. Saat itu, korban langsung mendapat pengeroyokan. Ilhamudin mengatakan, yang pertama kali melakukan pengeroyokan adalah pihak panitia. Atas kejadian tersebut korban Ilhamudin mengalami luka pada bagian kepala yang langsung mendapat perawatan di RSUD Tebo.
(Arif/Dobrak.id)




