Dobrak.id – Kota Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz menyoroti aktivitas Ilegal seperti pertambangan emas tanpa izin (Peti) menjadi penyebab banjir yang terjadi di Kabupaten Sarolangun.
“Kami mendapatkan informasi dan laporan dari masyarakat yang mencurigai bahwa banjir bandang ini diakibatkan oleh aktivitas ilegal seperti Peti dan sebagainya,” kata Hafiz di Jambi, Senin.
Hafiz mengungkapkan sebagian masyarakat mencurigai adanya aktivitas Peti dan kegiatan ilegal lainnya di wilayah hulu atau sekitar lokasi bencana.
Hal itu diduga menjadi penyebab rusaknya ekosistem yang memperparah dampak luapan air.
Atas dasar itu, ia menyampaikan beberapa poin penting diantaranya mengimbau masyarakat untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga bumi dan lingkungan demi mencegah bencana serupa di masa depan.
Segala bentuk aktivitas pertambangan harus dilakukan sesuai dengan regulasi, memiliki legalitas yang jelas, dan menaati aturan penjagaan lingkungan yang berlaku, agar masyarakat tidak mengorbankan keselamatan orang banyak demi keuntungan segelintir pihak.
Menyikapi peristiwa banjir Sarolangun, ia menyatakan akan segera menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat.
“DPRD Provinsi Jambi menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh sesuai dengan tugas dan kewenangan lembaga jika diperlukan bantuan lebih lanjut guna menangani permasalahan tambang ilegal dan dampak pascabencana di Sarolangun,” tutupnya.
Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Sarolangun Jambi Gerry Trisatwika mengingatkan warga yang berada di sepanjang bantaran aliran sungai (DAS) untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Mengingat berdasarkan ramalan BMKG hingga dua hari ke depan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di Kabupaten Sarolangun.
Minggu (26/4) dini hari banjir menyapu sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, tersebar di Kecamatan Bathin VIII, Batangasai, Cermin Nan Gedang dan Kecamatan Sarolangun.
Banjir akibat luapan anak Sungai Batangasai dan Batang Tembesi itu merendam pemukiman warga, lahan pertanian dan merusak fasilitas umum (jembatan).
Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.




