Dobrak.id – Kota Jambi, Pemerintah Kota Jambi mempercepat transformasi ekonomi digital melalui penguatan kapasitas pelaku usaha. Bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Pemkot menghadirkan program Pandu Literasi Digital yang menyasar aparatur, mahasiswa, hingga pelaku UMKM lintas sektor di Aula Grha Siginjai, Sabtu (25/4/2026).
Langkah ini menegaskan strategi daerah dalam membangun SDM unggul dan adaptif di tengah disrupsi teknologi. Program tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepakatan antara Pemkot Jambi dan Badan Pengembangan SDM Komdigi pada Februari lalu, yang difokuskan pada penguatan keterampilan praktis—mulai dari pemasaran digital, pengelolaan usaha berbasis teknologi, hingga keamanan siber.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Jambi, Mulyadi, mewakili Wali Kota Jambi Maulana, menegaskan literasi digital kini menjadi faktor penentu daya saing usaha. Transformasi digital, menurutnya, telah mengubah lanskap bisnis, dari pola komunikasi hingga transaksi.
“Keberhasilan usaha tidak lagi hanya ditentukan kualitas produk, tetapi juga kemampuan memasarkan secara efektif melalui platform digital,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan menyusun pesan promosi yang persuasif serta visual produk yang menarik menjadi modal penting bagi pelaku usaha untuk menembus pasar yang semakin kompetitif. Karena itu, pelatihan dengan tema Strategi Copywriting dan Visualisasi Digital Meningkatkan Daya Saing Usaha dinilai relevan untuk mendorong UMKM naik kelas.
Pemkot Jambi, lanjut Mulyadi, konsisten memperkuat ekonomi kerakyatan melalui berbagai program berbasis pemberdayaan. Di antaranya program Bank Harkat yang menyediakan akses pembiayaan berbasis kelompok, serta Ruang Milenial sebagai wadah pengembangan kreativitas dan kewirausahaan generasi muda.
“Kami meyakini peningkatan literasi digital menjadi kunci agar pelaku usaha mampu memperluas pasar, meningkatkan omzet, dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” tegasnya.
Program ini juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan produktif. Pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat didorong untuk berkolaborasi dalam mempercepat akselerasi ekonomi digital di daerah.
Kegiatan menghadirkan sejumlah praktisi sebagai narasumber, antara lain Dedi Handoko (Founder Yayasan Cikal Kolaborasi Indonesia), Andel Hopi Candra (Co-founder Muda Berpengaruh Indonesia), serta Wiska (Manager Rumah BUMN), yang berbagi strategi praktis penguatan branding dan pemasaran digital.
Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan pelaku usaha, Pemkot Jambi menargetkan lahirnya UMKM yang tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional hingga global.




