Video  

Walikota Diza Turun Lokasi, Janji Percepat Pembangunan Kolam Retensi di Pal Lima

Diza Hazra Turun Lokasi, Janji Percepat Pembangunan Kolam Retensi di Pal Lima

Memasuki musim hujan, warga Kelurahan Pal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, kembali menyoroti masalah banjir yang rutin melanda wilayah mereka. Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi agar mempercepat pembangunan kolam retensi dan normalisasi saluran drainase sebagai solusi jangka panjang.

Salah satu warga, Yurizal, menjelaskan bahwa hujan lebat selama sekitar dua jam saja sudah cukup untuk menyebabkan banjir hingga ke pekarangan rumah warga. Ia menegaskan bahwa kolam retensi yang lama direncanakan menjadi harapan utama masyarakat agar genangan air tidak lagi mengganggu aktivitas harian.

“Itu sering banjir. Kalau hujan selama dua jam saja pasti banjir dan tinggi air bisa masuk ke pekarangan rumah saya,” Ujarnya (17/11)

Menanggapi tuntutan warga, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, meninjau langsung lokasi rencana kolam retensi di kawasan Simpang Pal Lima. Menurut Diza, masyarakat setempat telah menyatakan persetujuan untuk pembebasan lahan demi kepentingan proyek ini.

“Saya memastikan kembali kondisi lapangan serta kesiapan masyarakat terkait pembebasan lahan untuk kolam retensi,” ujar Diza.

Diza juga menyampaikan bahwa hasil kajian dari pihak balai menunjukkan bahwa pembangunan kolam retensi dapat mengurangi dampak banjir hingga sekitar 60 persen jika direalisasikan dengan baik. Dia menargetkan manfaat signifikan dari kolam retensi akan mulai dirasakan pada tahun 2027.

“Alhamdulillah, masyarakat di Pal Lima sepakat untuk pembebasan lahan. Mereka tahu tujuan pembangunan ini jelas, yaitu meminimalisir banjir,” katanya.

Adapun, proyek pembebasan lahan untuk kolam retensi di Pal Lima melibatkan 51 bidang tanah milik warga. Diza menegaskan bahwa semua proses pembebasan lahan akan dilakukan secara transparan.

Sebagai gambaran latar, proyek kolam retensi ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemkot Jambi dan BWSS VI dalam mitigasi banjir, yang sebelumnya telah dikonfirmasi oleh balai sebagai langkah penting untuk mengendalikan aliran air di kawasan padat penduduk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *