Dobrak.id – JAMBI. Pandangan Positif masyarakat pada Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM sebagai seorang wakil rakyat yang Profesional Ikhlas Mengharap Ridho illahi untuk pembangunan Jambi.
Hal ini disampaikan salah seorang tokoh masyarakat dalam kegiatan BPOM di Grand Hotel (18/5) kemarin, salah satu perwakilan masyarakat mengatakan SAH yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi merupakan pribadi yang ikhlas sesuai dengan hakekat bekerja dalam Islam. Dimana ajaran Islam menempatkan bekerja sebagai ibadah untuk mencari rezeki dari Allah guna menutupi kebutuhan hidupnya.
“Dalam pandangan kami, Bapak orang yang bekerja untuk mendapatkan rezeki yang halalan thayiban termasuk kedalam jihad di jalan Allah yang nilainya sejajar dengan melaksanakan rukun Islam. Dengan demikian bekerja adalah ibadah dan menjadi kebutuhan setiap umat manusia. Bekerja yang baik adalah wajib sifatnya dalam Islam,” ungkap Warjino menilai Anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Menurut lelaki yang merupakan pensiunan PNS ini Rasulullah, para nabi dan para sahabat adalah para profesional yang memiliki keahlian dan pekerja keras. Mereka selalu menganjurkan dan menteladani orang lain untuk mengerjakan hal yang sama. Profesi nabi Idris adalah tukang jahit dan nabi Daud adalah tukang besi pembuat senjata. Jika kita ingin mencontoh mereka maka yakinkan diri kita juga telah mempunyai profesi dan semangat bekerja keras.
Dalam sambutannya SAH mengatakan untuk kemaslahatan masyakat banyak seseorang harus meyakini memiliki profesi maka wajib hukumnya kita untuk bekerja keras. InsyaAllah kita akan dilimpahkan rezeki yang halal sekaligus pahala atas ibadah pekerjaan yang kita lakukan.
Dalam hal ini SAH mengingatkan bekerja keras dan profesional adalah praktek bersikap dan berperilaku mencontoh Rasulullah yaitu bersifat siddiq, fathonah, amanah dan tabligh agar kita diberikan keselamatan dunia dan akhirat. Sifat siddiq adalah dapat dipercaya dan jujur. Sifat fathonah adalah harus pintar. Sifat amanah adalah melaksanakan tugas yang dibebankan dan tabligh adalah mampu melakukan komunikasi yang baik.
Wujud dari itu ia mengatakan kita bekerja selain mendapat rezeki halal adalah pengakuan dari lingkungan atas prestasi kerja kita. “Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil dan siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza Wajalla (H.R. Ahmad).
Allah juga telah menjanjikan kita mempunyai peluang memperoleh rezeki yang luas asalkan bekerja profesional dan cerdas melalui etos kerja yang tinggi mengharap Ridho Ilahi, pungkasnya.












