Dobrak.id – Kota Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Sejak dimulai pada 14 Februari 2026, program ini terus diperluas ke berbagai wilayah kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, menyebut hingga awal Maret pelaksanaan GPM telah menjangkau puluhan titik dan akan terus bertambah.
“Sampai hari ini sudah 30-an titik Gerakan Pangan Murah. Mendekati lebaran mungkin bisa mencapai 50 titik di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.
Program ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, PKK, hingga komunitas. Antusiasme masyarakat disebut sangat tinggi, terutama kalangan ibu rumah tangga yang memanfaatkan kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Sejumlah komoditas menjadi primadona dalam setiap pelaksanaan GPM, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58.000, bawang merah, cabai merah keriting, telur, gula, tepung, minyak goreng, hingga daging beku.
Johansyah menegaskan, GPM tidak hanya digelar saat momen Ramadhan, tetapi menjadi program berkelanjutan sepanjang tahun dengan target minimal 30 kali kegiatan di seluruh kabupaten dan kota.
“Gerakan Pangan Murah ini bukan hanya saat Ramadhan, tapi sepanjang tahun. Target tahunan minimal 30 kali kegiatan di seluruh kabupaten/kota, dan kita harapkan tahun ini meningkat,” jelasnya.
Ke depan, pelaksanaan GPM akan difokuskan pada daerah rawan pangan serta wilayah terpencil agar distribusi manfaat lebih merata dan tidak terpusat di perkotaan.
Johansyah juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
“Dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri, masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah hadir untuk menyiapkan kebutuhan dan menjaga stabilitas harga dengan baik, sehingga masyarakat lebih tenang,” pungkasnya.
Pemprov Jambi berharap upaya ini mampu menekan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya konsumsi selama Ramadhan dan Idul Fitri.




