FENOMENA INFLASI, SAH INGATKAN PEMERINTAH DAERAH WASPADA PENINGKATAN STUNTING

persoalan stunting di indonesia
Kegiatan Sutan Adil Hendra peduli masyarakat.

Dobrak.id – JAMBI. Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM mengingatkan Pemerintah Daerah termasuk Pemerintah Provinsi Jambi, tidak melupakan persoalan stunting di tengah mengatasi masalah ekonomi seperti Inflasi, pengangguran dan kemiskinan.

 

“Alokasi dana untuk percepatan pencegahan stunting sebagai program prioritas nasional tidak boleh direalokasi dengan alasan apapun,” ungkapnya.

 

Selanjutnya Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini mengatakan, kebijakan merealokasi anggaran stunting bisa berisiko timbulnya lost generation (generasi hilang) dalam jangka panjang.

 

Menurut Bapak Beasiswa Jambi ini, persoalan stunting ini tidak boleh dinomorduakan, sebab beberapa daerah masih rentan diserang oleh berbagai penyakit gagal tumbuh yang berpengaruh terhadap kemampuan kognitif anak-anak.

 

Ke depan, persoalan stunting ini bisa berdampak buruk terhadap daya saing bangsa. Kerugian ekonomi yang harus ditanggung akibat beban stunting juga signifikan dan berpengaruh kepada Produk Domestik Bruto (PDB).

 

Capaian pendidikan yang rendah dan pendapatan yang rendah akan berdampak pada tingginya angka kemiskinan, katanya.

 

Data Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas) Kementerian Kesehatan di tahun 2019 sebelum pandemi mencatat, sebanyak 6,3 juta balita stunting dari populasi 23 juta balita di Indonesia.

 

Angka stunting Indonesia berada pada peringkat empat dunia. Prevalensi balita stunting di Indonesia pada 2019 yakni 27,7 persen. Jumlah yang masih jauh dari nilai standard WHO yang seharusnya di bawah 20 persen.

 

“Di masa pandemi ini program nasional penurunan stunting dan penanggulangan gizi buruk dikhawatirkan tidak mencapai target,” tandasnya.

 

( lim / Dobrak.id )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *