Dobrak.id – Kota Jambi, Ketua fraksi pan dprd provinsi jambi fadli sudria meradang kepada gubernur jambi al haris, lantaran usulan anggota dprd yang sudah masuk ke dalam sistem informasi pemerintah daerah atau sipd dihentikan.
Ketua fraksi pan yang juga merupakan ketua komisi iv dprd provinsi jambi fadli sudria, menyampaikan keluhannya terkait usulan atau pokok pikiran dewan yang belum bisa direalisasikan kepada masyarakat. Keluhan ini bahkan disampaikan fadli di tengah rapat paripurna terbuka yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Fadli mengatakan bahwa usulan tidak terealisasi karena semua pembiayaan dihentikan. Padahal sudah masuk ke dalam program yang anggarannya sudah ditetapkan. Hal ini dianggap berbeda dengan belanja barang yang memang tidak masuk dalam program usulan. Adapun dengan dihentikannya seluruh pembiayaan, mengakibatkan dewan tidak bisa merealisasilkan pokok pikiran. Ia pun menyayangkan persoalan ini karena tidak mau di anggap sebagai dewan pemberi harapan palsu atau php kepada masyarakat.
Menurut fadli hal ini diduga terjadi lantaran adanya defisit yang diperkirakan mencapai 450 miliar rupiah. Hanya saja hal ini baru dapat dipastikan setelah penetapan perubahan apbd 2024.
Di sisi lain fadli menjelaskan bahwa defisit terjadi karena pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Ia menilai seharusnya pemerintah provinsi jambi menggali potensi sumber pendapatan asli daerah, mengingat defisit ini sudah tiga kali terjadi. Fadli pun menuntut semua pokir dewan yang sudah masuk dalam anggaran dapat di realisasikan pada apbd perubahan.
(Dobrak.id/Pe)




