Dobrak.id – JAMBI, Beasiswa S1 Rp 30 Juta dan S3 Luar Negeri Rp 100 Juta. Proses penggelontoran Program Beasiswa Jambi Mantap saat ini sudah mulai berjalan. Panitia Seleksi telah terbentuk dan sedang menggodok persyaratan untuk calon penerima. Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Muktamar Hamdi menargetkan, pengumuman program Beasiswa Jambi Mantap baru dapat berlangsung pada awal Oktober 2022.
“Program Dumisake ini merupakan program unggulan pak Gubernur yang tujuannya dalam rangka untuk membudayakan masyarakat. Khusus untuk program beasiswa ini dalam rangka kita untuk meningkatkan SDM. Jadi programnya pertama Beasiswa untuk S1, kedua program untuk pendidikan S3,” turut Muktamar Hamdi, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jambi (17/9).
Terkait berapa kuota penerimanya, Muktamar Hamdi menjelaskan akan menjaring 187 orang. Terdiri dari 150 orang penerima beasiswa S1 dan 37 orang penerima beasiswa S2.
“Untuk S1 jumlahnya lebih kurang 150 orang, itu bagi masyarakat miskin. Kedua untuk mahasiswa berprestasi baik yang akademik maupun non akademik. Untuk yang S3 itu khusus untuk dosen, bisa dosen perguruan tinggi negeri bisa swasta. Untuk beasiswa S3 dalam negeri 25 orang, kemudian untuk S3 luar negeri itu 12 orang,” beber Muktamar Hamdi.
Sementara itu, besaran beasiswa yang akan diterima juga telah dirincikan. Untuk S1 satu orang mencapai Rp 30 Juta. Kalau S3 dalam negeri Rp 70 Juta dan S3 luar negeri Rp 100 Juta.
“Untuk S1 satu orang mencapai Rp 30 Juta, satu kali saja sifatnya sekedar bantuan untuk menunjang kegiatan pendidikan. Kalau S3 dalam negeri Rp 70 Juta, kemudian luar negeri Rp 100 Juta,” terang Muktamar.
Program beasiswa ini nantinya akan diberikan langsung kepada yang bersangkutan melalui rekening. Penerima akan menjalani seleksi oleh tim Pansel yang berasal dari unsur-unsur perguruan tinggi sehingga betul-betul independen.
“Silahkan mereka bekerja sesuai Juklak dan Juknis yang sudah kita tetapkan. Kita berharap nanti orang yang menerima program Beasiswa ini betul-betul tepat sasaran,” tegas Muktamar.
Lalu, Kenapa S2 tidak mendapat Kuota Penerima Beasiswa?
Menjawab pertanyaan kenapa mahasiswa S2 tidak mendapat jatah sebagai penerima beasiswa, Muktamar Menyebut bahwa pemberian beasiswa kali ini menggunakan skala prioritas. Dimana mahasiswa S1 masih sangat banyak yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan dibanding mahasiswa S2. Kemudian Beasiswa S3 hanya untuk dosen.
“Kalau S2 inikan opsi atau pilihan ya, umumnya mahasiswa yang ingin melanjutkan S2 ini mereka sudah mempertimbangkan kemampuan biayanya. Nah kalau untuk S3 ini menjadi penting untuk meningkatkan kualitas SDM para dosen. Jadi kita harapkan nanti dari bantuan beasiswa S3 ini dosen-dosen yang sudah selesai dapat meningkatkan kapasitas mereka,” pungkas Muktamar Hamdi.
(Azam/Dobrak.id)





