Dobrak.id – KotaJambi, PMII Jambi Tolak Kenaikan BBM. Gelombang unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM kembali bergulir di Kota Jambi. Kali ini puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jambi yang menyuarakan penolakan. Menyampaikan aspirasi dan berorasi di gedung DPRD Provinsi Jambi, mahasiwa menyatakan sikapnya secara tegas menolak rencana kenaikan tersebut.
PMII Jambi Tolak Kenaikan BBM !!!, Unjuk rasa yang semula berjalan kondusif tiba-tiba memanas. Mahasiswa yang kesal karena tidak ada satupun anggota DPRD Provinsi Jambi yang menemui mereka, berusaha masuk ke dalam gedung DPRD. Namun sudah tentu, upaya mahasiswa ini mendapat penghadangan dari barikade kepolisian yang bersiaga penuh. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi pun tak terhindarkan, yang nyaris berujung adu jotos. Beruntung kedua belah pihak dapat meredam emosi dan tidak terpancing provokasi.
Dalam orasinya para aktivis PMII Jambi ini menilai, rencana menaikan harga BBM Subsidi akan semakin menyengsarakan rakyat. Untuk itu, mahasiswa menuntut pemerintah mengkaji ulang rencana tersebut. Selain itu, dalam unjuk rasa ini Mahasiswa juga mendesak aparat penegak hukum untuk serius melakukan pemberantasan Mafia Migas yang ada di Provinsi Jambi.
Unjuk Rasa PMII Juga Geruduk Kantor Gubernur Jambi

Setelah puas berorasi di Gedung DPRD, massa aksi bergeser ke kantor Gubernur Jambi. Mahasiswa mendesak bertemu dengan Gubernur Alharis, untuk bersama-sama menyatakan sikap penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM.
Selain berteriak menolak kenaikan harga BBM, mahasiswa juga menilai bahwa kinerja Gubernur telah mempermalukan Jambi. Mahasiswa menilai, Jambi sebagai daerah inflasi tertinggi di Indonesia merupakan citra buruk dan aib untuk Jambi di mata Nasional.
“Kita meminta kejelasan dari pemerintah provinsi bagaimana inflasi bisa terjadi di tengah perekonomian masyarakat yang masih stabil-stabil saja. Masih bisa membeli lauk-pauk tetapi kenapa inflasi ini terjadi di Provinsi Jambi. Bahkan ini rekor nomor satu se-Indonesia, dan ini dipublikasikan oleh media nasional. Ini adalah aib Provinsi Jambi,” teriak salah seorang pendemo.
Mahasiswa PMII Tolak ditemui Sekda Sudirman

Sementara itu, Ketua PMII Cabang Kota Jambi Ade Kurnia Utama yang memimpin langsung jalannya unjuk rasa, menegaskan sikap dan tuntutan mahasiswa terhadap pemerintah. Pertama pernyataan tegas menolak rencana kenaikan harga BBM. Mendesak pemerintah Provinsi Jambi membentuk tim khusus penanganan Inflasi dan menyayangkan tindakan penghadapan oleh pihak kepolisian.
“Untuk itu kami menuntut, mendesak DPRD Provinsi Jambi beserta Stakholder untuk menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga BBM Bersubsidi. Yang Kedua mendesak pemerintah Provinsi Jambi untuk tim satuan khusus menindaklanjuti inflasi Jambi. Namun sangat disayangkan, pada hari ini kami hanya mendapati penghadangan dari aparat keamanan. Maka kami sampaikan juga ketidak percayaan kami terhadap aparat keamanan akan meningkat seterusnya,” pungkas Ade Kurnia Utama, Ketua PMII Cabang Kota Jambi.
Setelah berorasi hampir satu jam, mahasiswa akhirnya ditemui oleh Sekda Provinsi Jambi Sudirman. Namun kehadiran Sudirman justru ditolak, karena mahasiswa ingin bertemu langsung dengan Gubernur Alharis. Sebagai bentuk penolakannya, para mahasiswa lebih memilih membubarkan diri ketimbang mendengarkan tanggapan Sekda Sudirman.
(Agustri/Dobrak.id)






