Dobrak.id – KOTA JAMBI. Terdapat hal yang menarik dalam pelaksanaan Vaksinasi Booster hari ke dua yang dilaksanakan Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM di Hotel Grand Jambi, Selasa, 24 Mei 2022 kemarin.
Berkat perjuangan terus menerus yang konsisten, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu dijuluki masyarakat sebagai Bapak Vaksin di Provinsi Jambi.
Julukan ini tidak berlebihan, mengingat selama Pandemi sosok Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi ini memang dikenal akan perjuangannya dalam membantu masyarakat dari hulu kebijakan dan anggaran, berupa regulasi dan aturan penangganan Covid agar berpihak pada masyarakat, hingga hal teknis program berupa bantuan sembako, APD, obat – obatan hingga vaksinasi Covid 19 untuk masyarakat.
Satu hal yang paling berkesan bagi masyarakat adalah perjuangan SAH, saat Mahkamah Agung (MA) memutuskan vaksin Covid-19 bagi Muslim wajib berstatus halal.
Putusan MA tersebut merupakan hasil judicial review atau uji materi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99/2020 tentang Pengadaan Vaksin yang diajukan oleh Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI).
Namun jauh sebelumnya, pada September 2020, diawal rencana pemberian vaksin covid bagi masyarakat. SAH yang merupakan anggota Komisi Kesehatan DPR ini mengharapkan sertifikasi halal untuk vaksin Sinovac segera dilakukan, hal ini penting agar jangan muncul keresahan akan kehalalan vaksin tersebut.
“Saya melihat sebelum menyeruak berbagai informasi tentang kehalalan vaksin ini, kita meminta agar sertifikasi halal vaksin Covid-19 dari Sinovac asal China dapat keluar sebelum diedarkan,” ungkapnya waktu itu.
Dalam hal ini, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini meminta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Komisi Fatwa MUI, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama untuk proaktif saling berkoordinasi.
“Untuk sertifikasi halal kita harus pro aktif, jangan menunggu, untuk vaksin ini jangan menunggu, harus menjemput bola,” ungkapnya.
Menurut legislator yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini, sertifikasi halal menjadi penting agar tidak terjadi penolakan vaksinasi dari masyarakat karena ragu akan kehalalannya.
( lim/Dobrak.id )












