PEMPROV GELONTORKAN RP 1,3 MILIAR UNTUK MENGATASI INFLASI

inflasi jambi
Ilustrasi

Dobrak.id – JAMBI, Pemprov gelontorkan RP 1,3 Miliar untuk mengatasi inflasi. Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar 1,3 Miliar Rupiah untuk pengendalian Inflasi. Besaran anggaran tersebut untuk membeli komoditas yang mengalami kenaikan. Jika di satu daerah ada salah satu komoditas mengalami kenaikan, maka tim langsung menggelar operasi pasar sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga normal.

“Nah di Jambi, agar Inflasi ini tidak naik maka program kita kedepan ini melaksanakan operasi pasar selama 1 bulan. Tentunya operasi pasar ini berkolaborasi dengan khusus Kota Jambi dan Kabupaten Bungo. Sehingga harga-harga yang akan meningkat, nanti pemerintah hadir dengan memberikan subsidi. Kita pemerintah Provinsi Jambi sudah menyiapkan anggaran untuk BTT (Biaya Tak Terduga) 1,3 Miliar Rupiah. Dana ini untuk melaksanakan operasi serentak di Kota Jambi dan Bungo. Sehingga nanti, harga per September itu tetap terjadi Deflasi walaupun ada kenaikan BBM,” beber Johansyah Kepala Biro Ekonomi dan SDA Setda Provinsi Jambi.

“Dana 1,3 Miliar ini untuk seprovinsi Jambi, namun saat ini akan kita fokuskan untuk Kota Jambi dan Bungo dulu. Dana itu bukan hanya untuk operasi pasar namun juga ada untuk ongkos angkut. Kemudian pembelian beberapa produk komoditi yang betul-betul nanti akan naik, jadi bentuknya bukan seperti BLT,” tambah Johansyah

TPID klaim jambi alami Deflasi 1,19 Persen

Sementara  itu, terkait langkah pengendalian Inflasi  yang telah berjalan oleh Pemerintah Provinsi Jambi selama bulan Agustus. Johansyah menyebut bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi sudah melakukan kegiatan pasar murah. Hasilnya, TPID mengklaim pada bulan Agustus sudah terjadi penurunan (Deflasi) sebesar 1,19 Persen.

“Untuk bulan Agustus kita sudah mengalami Deflasi (penurunan) sebesar 1,19%. Ini merupakan satu langkah Tim TPID Provinsi Jambi maupun Satgas Pangan dalam rangka menstabilkan harga, dengan melakukan kegiatan pasar murah. Kemudian juga memantau stok yang ada di pasar-pasar yang menjadi penilaian TPID sehingga harga tetap stabil. Dengan Kenaikan BBM masalah Inflasi ini menjadi perhatian pemerintah pusat, program-program bantalan (bantuan sosial) sudah banyak akan dikucurkan kepada masyarakat. Kondisi ini diharapkan dapat terus menekan angka Inflasi meski di tengah terjadinya kenaikan harga BBM,” pungkas Johansyah.

(Azzam/Dobrak.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *