Dobrak.Id- Kota Jambi, Pemerintah Kota Jambi menyiapkan anggaran Rp 4,7 miliar untuk menghadapi dampak musim kemarau, terutama ancaman krisis air bersih dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggaran tersebut bersumber dari belanja tidak terduga (BTT) yang disiapkan pemerintah untuk merespons kondisi darurat akibat kemarau di wilayah Kota Jambi. Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, tambahan pendapatan daerah yang berasal dari surplus pendapatan asli daerah (PAD), dana bagi hasil (DBH), serta insentif dari pemerintah pusat turut dimaksimalkan untuk mendukung sejumlah program prioritas masyarakat.
Salah satunya untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi mengganggu ketersediaan air bersih dan meningkatkan risiko bencana. “Ini bagian dari respons kami terhadap penanggulangan dampak kemarau, seperti distribusi air bersih dan penanganan kebencanaan lainnya,” ungkapnya saat ditemui Kompas.com di Gedung DPRD Kota Jambi, Sabtu (29/8/2026).
Untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih, Pemkot Jambi mulai menyiapkan sejumlah langkah menghadapi kemungkinan penurunan debit Sungai Batanghari dan mengeringnya sumur milik masyarakat. Sebanyak 21 unit mobil tangki air bersih dimobilisasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga yang terdampak kekeringan. Armada tersebut terdiri dari empat unit milik Perumda Air Minum Tirta Mayang, 15 unit dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, serta dua unit dukungan dari batalyon. Selain mengandalkan armada tangki, Pemkot Jambi juga mengajukan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah.
Pemkot Jambi telah mengirimkan surat resmi kepada Kepala BNPB di Jakarta untuk memohon bantuan pembangunan sumur bor dalam. “Kami mengusulkan pembangunan 22 unit sumur bor dalam, yaitu 2 unit per Kecamatan, sumur bor ini bisa difungsikan sebagai hidran pemadam kebakaran saat terjadi karhutla,” ujarnya. Maulana mengimbau masyarakat Kota Jambi untuk menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera melapor jika mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih di lingkungan tempat tinggalnya. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat call center 112 atau 110 sehingga kebutuhan air bersih darurat dapat segera ditindaklanjuti.




