Dobrak.id – Kota Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi bersama DPRD dan kepala daerah memastikan stabilitas Bank Jambi tetap terjaga pasca gangguan sistem. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik dan kondisi ekonomi daerah. Seluruh aparatur sipil negara di lingkungan provinsi hingga kabupaten dan kota telah didata serta diberikan sosialisasi. ASN diminta tetap tenang dan tidak melakukan penarikan dana dalam jumlah besar.
Gubernur Jambi juga menerbitkan surat edaran kepada para kepala daerah. Instruksi tersebut menekankan agar aparatur tidak terpengaruh isu yang berpotensi memicu kepanikan. Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata menyampaikan DPRD ikut berperan dalam mengawasi dan menjaga stabilitas Bank Jambi. Penguatan pengawasan dinilai penting selama proses pemulihan berlangsung.
Menurut Ivan Wirata, berdasarkan penilaian Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, kinerja Bank Jambi menunjukkan tren peningkatan dari sisi manajemen. Meski demikian, DPRD menilai isu yang beredar dapat memengaruhi persepsi masyarakat. Karena itu, langkah transparansi dinilai penting untuk menjaga stabilitas Bank Jambi.
DPRD Provinsi Jambi mendorong pelaksanaan audit forensik secara cepat dan terbuka. Hasilnya akan disampaikan dalam rapat dengar pendapat guna memastikan tidak ada informasi yang ditutup-tutupi. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan kondisi stabilitas Bank Jambi tetap terjaga selama proses perbaikan berlangsung.
(Dobrak.id/Ar)




